Kamis, 04 Oktober 2007

remaja muslim berkualitas 3

Belajar dan mengamalkannya

Setelah ilmu kita pelajari, sudah saatnya kita melakukan praktek dilapangan. Ilmu yang kita miliki akan semakin berguna jika kita mengamalkannya kepada diri sendiri maupun kepada orang lain. Ilmu yang kita peroleh dari hasil belajar dapat kita amalkan sebagai bagian dari ibadah kita. Karena setiap amalan yang kita lakukan oleh Allah SWT akan memperoleh pahala yang tidak terkira. amalan tersebut harusnya dilakukan dengan niat yang tulus dan keikhlasan sehingga pahala yang kita peroleh akan semakin banyak. Sebab tidak banyak orang yang melakukan sesuatu dapat ikhlas karena allah. Cara untuk menumbuhkan keikhlasan yaitu dengan meyakini bahwa ilmu yang kita peroleh adalah untuk orang lain yang dititipkan melalui kita oleh Allah.

Wujud implementasi dari ilmu agama yang dapat diamalkan untuk diri sendiri yaitu dengan bertambahnya keimana kita kepada Allah. Selain itu wujud dari ilmu agama adalah semakin baiknya akhlak seorang dalam kehidupan sehari-hari. Berarti dapat dipastikan jika seorang pemuda yang belajar ilmu agama sedangkan akhlaknya masih sama dengan yang lain, berarti ilmu yang dimilikinya belum maksimal. Sehingga perlu adanya niat yang penuh sebelum kita belajar dan mempraktekannya dilapangan. Sedangkan ilmu agama yang dapat kita amalkan untuk orang lain yaitu dengan cara berdakwah. Sebagian orang beranggapan bahwa dakwah merupakan kewajiban seorang kyai ataupun ustadz. Padahal setiap orang muslim, baik laki-laki maupun perempuan, baik remaja maupun tua, diwajibkan untuk berdakwah. Walaupun hanya kepada orang terdekat atau orang disekitar kita. Sehingga dengan adanya dakwah itu, akan terjadi sebuah interaksi antara satu dengan yang lain yang mengakibatkan terjadinya energi untuk menjadi lebih baik.

Kemudian aplikasi dari ilmu dunia untuk diri sendiri adalah dengan bekerja. Setelah kita belajar dengan giat, kemudian lulus dengan nilai yang maksimal tentu kita menginginkan sebuah pekerjaan yang layak. Bekerja merupakan kawajiban bagi setiap muslim. Rasulullah SAW semenjak remaja sudah diajar bagaimana berdagang. Sehingga ketika beliau diutus untuk berdakwah, nabipun tetap bekerja. Seorang rosul yang sudah dijamin oleh Allah tetap berusaha menyambung hidupnya dengan bekerja. Oleh karena itu kenapa seorang muslim dianjurkan untuk kaya.

Seorang pekerja harus mempunyai keyakinan bahwa dia bekerja untuk mendapatkan rizki. Selain itu diperlukan etos kerja yang tinggi, sehingga apa yang dia inginkan akan berhasil dengan baik. Seorang pekerja juga harus mempunyai benteng pertahanan yang kuat yakni agama. Sebab tidak banyak orang yang bekerja akan melakukan hal-hal yang tidak beradab. Seperti praktek korupsi dan suap yang sekarang ini sedang trend dikalangan pejabat pemerintahan. Sedangkan untuk kalangan bawah, tindakan penipuan dan berusaha mendapatkan harta dengan berbagai cara merupakan hal yang biasa kita jumpai. Semua itu dapat terjadi jika para pekerja tidak mempunyai benteng yang kuat. Jika benteng kita sudah cukup kuat untuk godaan dunia, maka ketika bekerjapun kita tidak akan melakukan perbuatan dosa. Padahal dalam Al-Quran sendiri Allah berfirman :

[83:1] Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang {1562}, (AL MUTHAFFIFIIN (ORANG-ORANG YANG CURANG) ayat 1)

Sedangkan aplikasi ilmu dunia untuk orang lain yaitu dengan cara mengajarkanya kepada orang lain. Banyak cara yang dapat dilakukan, baik melalui sebuah instansi pendidikan ataupun individu. Diharapkan orang lain yang belum mengerti ilmu tersebut, akan mengetahuinya dari kita. Sehingga kebodohan dan kemiskinan akan dapat terhapus sedikit demi sedikit. Jika semua itu dapat kita lakukan yaitu dengan belajar kemudian mengamalkannya untuk diri sendiri dan orang lain insya Allah kita mampu menjadi oarng yang berkualitas. Baik dihadapan manusia terlebih dihadapan Allah

remaja muslim berkualitas 2

Sikap percaya diri dan Optimis dalam belajar

Bagi setiap muslim, belajar merupakan cara yang tepat untuk mengharmoniskan fikiran dan .sikap perilaku seseorang. Meskipun ada kekuatan berpikir, namun ia tidak dapat berdiri sendiri dan tidak bebas dari sikap perilaku seseorang tersebut. oleh karena itu, manusia membutuhkan unsur yang dapat membantu mengoptimalkan belajarnya yakni Sikap optimis dan pandangan positif terhadap kehidupan. Lawan dari optimisme adalah pesimisme dan pikiran yang buruk terhadap sesuatu. Sifat inilah yang menjagal kemampuan berfikir secara benar dan dapat mengurangi kemampuan untuk bergerak ke arah kesempurnaan.

Sikap optimis dapat digambarkan sebagai cahaya dalam kegelapan dan memperluas wawasan berfikir. Dengan optimisme, semangat dan cinta akan kebaikan tumbuh didalam diri manusia., dan akan menimbuhkan perkembangan baru dalam pandangannya tentang kehidupan. Sikap optimis dapat tumbuh pada setiap diri manusia. Tergantung bagaimana orang tersebut mampu menumbuhkanya dalam diri. Hanya niat yang tulus dan semangat untuk maju yang mampu merubah orang pesimis menjadi optimis. Orang optimis akan terlihat dari kehidupanya yang penuh dengan kabahagiaan. Sebab dari sikap itu akan muncul keyakinan dalam diri untuk menjadi yang terbaik.

Islam telah menanamkan akar kepada orang-orang yang beriman dengan mengisi keyakinan kedalam hati mereka. Dengan cara seperti ini, berarti islam telah menuntun para pengikutnya kepada ketentraman dan kestabilan. Begitu pula hasil dari sikap optimisme dalam belajar adalah terbentuknya seorang remaja yang tenang dan stabil ketika menghadapi masalah yang ada. Bahkan, boleh jadi sikap optimis dalam belajar akan mempengaruhi pemikiran dan tingkah laku remaja-remaja yang tersesat. Ringkasnya sifat percaya diri dan optimis memberikan landasan bagi keselamatan manusia.

Tidak ada sesuatu yang membuat kehidupan lebih indah dalam pandangan kita, yang mengurangi penderitaan-penderitaan kita dan meratakan jalan bagi keberhasilan sebagaimana sifat optimis dan kepercayaan. Oleh karena itu hati-hatilah terhadap pemikiran-pemikiran yang menyakitkan... bukalah pikiran anda terhadap pemikiran opimis, dan anda akan melihat betapa mudahnya anda dapat menolong diri sendiri dari berbagai pemikiran yang ada. (Pirozu Fikr)

remaja muslim berkualitas

Membentuk Remaja Muslim Berkualitas.

Oleh : M. Muflikhun

Email: muflikh_pfn@telkom.net

Remaja berilmu ganda

Ilmu merupakan salah satu hal yang harus diketahui dan dimiliki oleh seorang manusia. Ilmu terbagi dalam dua pengertian, yang pertama ilmu menurut islam yakni mengenal Allah dan mengenal agama islam berdasarkan dalil-dalil yang ada dalam Al-Quran maupun petunjuk yang ada dalam Al-Hadist. Ilmu ini sering disebut dengan ilmu Syar’i. Yang kedua adalah ilmu umum atau yang biasa disebut dengan ilmu dunia. Kedua ilmu tersebut sangat dibutuhkan terutama oleh para remaja yang memasuki dunia barunya. Remaja merupakan generasi dari remaja masa lampau yang kini menjadi orang tua. Atau dengan kata lain ilmu dunia tidak bisa berjalan sendiri tanpa diiringi ilmu akhirat, karena keduanya saling mengikat dan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.

Ilmu syar’i yang mempelajari bagaimana seorang muslim mengenal Allah, yang menyangkut bahwa Allah-lah yang menciptakan kita dan yang memberi rizki kepada kita. Allah SWT tidak akan membiarkan kita begitu saja dalam kebingungan, tetapi mengutus kepada kita seorang rosul, maka barang siapa mentaati rosul pasti akan masuk surga dan barang siapa menyalahinya pasti akan masuk neraka. Yang kedua bahwa dalam ibadah yang ditujukan kepada Allah kemudian mempersekutukannya maka ibadah tersebut tidak diterima. Bahkan dosa besar bagi setiap muslim yang menyekutukan Allah dengan apapun juga. Itulah kenapa kita semua harus mempelajari ilmu yang sangat penting ini.

Disamping ilmu syar’i yang baru saja kita bahas, kita juga di anjurkan untuk belajar ilmu dunia. Dimana nabi Muhammad SAW yang diberi jabatan oleh Allah sebagai Rosulpun tetap belajar mengenai ilmu dunia. Sehingga nabi Muhammad yang merupakan Rakhmatan lil alamin benar-benar kita contoh teladannya. Ilmu dunia sangat besar cakupannya, sebagai ilmu kedua setelah ilmu akhirat, ilmu dunia juga memiliki peranan penting dalam kemajuan manusia. Ilmu ini merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Oleh karena itulah sekarang ini dimana-mana banyak didirikan sekolah-sekolah maupun kampus-kampus yang menampung ribuan remaja. Semua itu didasari keinginan untuk menjadi seorang yang berkualitas baik dihadapan Allah SWT maupun dihadapan manusia.

Seiring dengan perkembangannya, para remaja masa kini semakin terlena oleh ilmu dunia dan mengindahkan ilmu akhirat. Mereka berlomba-lomba belajar dengan harapan nilainya bagus kemudian lulus dan memperoleh pekerjaan yang layak. Sehingga sekarang ini sering kita jumpai para remaja yang cerdas namun tak berakhlak. Sehingga harapan untuk memperoleh remaja yang berkualitas semakin sulit. Gambaran remaja saat ini yang mulai jauh dari harapan menjadikan semangat untuk mendapatkan kembali kejayaan islam kian meredup. Banyak remaja yag sudah tidak bisa membaca Al-Quran, padahal salah satu dasar dari kemajuan agama adalah meningkatnya minat umat terhadap kitab sucinya.

Sebagai seorang muslim, apapun yang mereka kerjakan hendaknya selalu dibawah payung agama. Dalam islam, menuntut ilmu memperoleh kedudukan mulia. Bahkan islam mewajibkan seseorang untuk menjadi muslim yang cerdas. Karena kemajuan islam terletak pada remaja-renaja muslim yang mampu bersaing dengan remaja manapun. Oleh karena itu perlu adanya pembinaan para remaja untuk menjadi penerus kedepan, yang diharapkan adalah seorang remaja yang cerdas dalam berbagai hal. Cerdas dalam kehidupan dunia dan cerdas dalam beragamanya.

Menjadi seorang remaja muslim yang berkualitas hendaknya dimulai saat ini juga. Disamping belajar ilmu umum, juga belajar meningkatkan kekuatan sepiritualnya. Sehingga akan terbentuk seorang remaja dalam lingkungan masyarakat yang bisa membantu orang lain dengan ilmunya. Ilmu yang dia miliki kemudian disampaikan kepada orang lain, tentunya akan menjadi pahala tersendiri bagi orang yang berilmu. Sehingga Allah SWT menjanjikan beberapa derajat orang yang berilmu pengetahuan dari pada orang bodoh. Sebagai contoh, seorang yang pandai dalam ilmu pendidikan seperti ilmu matematika, oleh Allah akan meninggikan derajat dia sebagai seorang guru yang disegani dan dihormati dilingkungannya. Sebagaimana firman Allah

[58:11] Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (AL MUJAADILAH (WANITA YANG MENGAJUKAN GUGATAN) ayat 11)

Gambaran tersebut hendaknya menjadi contoh kepada kita semua, bahwa ilmu merupakan sesuatu yang harus kita cari dan kita perjuangkan.

Zaman yang semakin maju, diiringi dengan kebebasan yang tidak terkendali. Mengakibatkan berubahnya tatanan masyarakat yang drastis, dan begitu memperihatinkan. Semua itu dikarenakan banyaknya remaja yang belajar ilmu dunia tanpa diikuti aturan yang mengikat yakni aturan agama. Tanpa adanya aturan itu, menjadikan semua yang ada menjadi halal. Sehingga sudah sangat sedikit remaja yang cerdas namun berakhlak. Oleh karena itulah perlu adanya perhatian khusus dari semua pihak terutama orang tua. Namun semua itu kembali kepada diri kita masing-masing, apakah kita akan seperti ini terus tanpa ada kemajuan. Sebab kemajuan terletak kepada generasi penerusnya.

Hal itu menjadi nampak jelas bahwa untuk menjadi seorang remaja muslim berkualitas harus memenuhi kriteria ini, yakni cerdas dalam ilmu pengetahuan dunia, dan cerdas dalam ilmu pengetahuan akhirat, disamping kriteria yang lain. Marilah menjadi remaja berkualitas yang mampu menjawab setiap tantangan yang ada.

Semangat tanpa pengetahuan sama dengan api tanpa cahaya